Home

poll

Situs ini
 

Online

We have 2 guests online

Berlangganan Email


Google Groups
Daftarkan email anda untuk informasi dunia kesehatan terkini infodokter



Pasang form ini di web/blog loe!
RABIES

RABIES


Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat disebabkan oleh virus rabies, dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies terutama anjing,kucing dan kera.

Sampai kini 5 propinsi diIndonesai yang bebas historis rabies,yaitu Kalimantan Barat,Bali,Nusa Tenggara Barat,Maluku dan Irian Jaya,Sejak tahun 1994 propinsi yang tadinya endemis pada hewan yaitu di Jawa Timur,Jawa tengah dan,D.I Yogjakarta sampai saat ini ada 18 propinsi yang belum bebas kasus rabies.Pada tahun 1998 terjadi autbreak di Ka.Flores Timur,Prop.NTT.

Jumlah rata-rata per tahun kasus gigitan pada manusia oleh hewan penular rabies tiga tahun terakhir (1995-1997) 15.000 kasus,diantaranya 8.550 (57%) divaksinasiakn anti rabies (VAR) dan 662 (1,5%) diberikan kombinasi VAR dan SAR (serum anti rabies).Selama tiga tahun (1995-1997).Ditemukan rata-rata per tahun 59 kasus rabies pada manusia sedangkan 22,44 spesimen dari hewan yang diperiksa,1327 (59%) menunjukan positif rabies.

Mengingatkan akan bahaya rabies terhadap kesehatan da ketentraman masyarakat karena dampak buruknya yang selalu diakhiri dengan kematian,maka usuha pengendalian penyakitberupa pencegahan dan pemberantasan perlu dilaksanakan seinsitif mungkin,bahkan menuju pada program pembebasan.

Program pembebasan rabies merupakan kesepakatan Nasional dan meruzpakan kerja sama kegiatan 3 (tiga) Departemen Pertaniaan (Ditjen Pertenakan),Departemen Dalam Negeri (Didjen PUOD) dan Departemen Kesehatan (Ditjen PPM & PLP),sejak awal Pelita V tahun 1998 hinggga diperpanjang sampai dengan tahun 2005.


Patogenesis

Setelah virus rabies masu melalui luka gigitan,maka selama 2 minggu virus tetap tinggal pada tempat masuk dan didekatkanya,kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan perubahan-perubahan fungsinya.Masa inkubasi bervariasi yaitu berkisar antara 2 minggu sampai 2 tahun,tetapi pada umumnya 3 – 8 mingggu berhubungan dengan jarak yang harus ditempuh oleh virus sebelum mencapai otak.

Sesampainya di otak virus kemudian memperbanyak diri dan penyebar luar dalam semua bagian neuron,terutamam mempunyai predileksi khusus terhadap sel-sel sistem limbik,hipotalamus dan batang otak.

Setelah memperbanyak diri dalam neuron-neuron sentral,virus kemudian arah perifer dalam serabut saraf eferen dan pada saraf volunter maupun saraf otonom. Dengan demikian virus ini menyerang hampir tiap organ dan jaringan di dalam tubuh,dan berkembang baik dalam jaringan-jaringan, seperti kelenjar ludah,ginjal,dan sebagainya.


 

GEJALA KLINIS

1. Stadium Prodromal

Gejala–gejala awal berupa demam,malaise,mual,dan rasa nyeri di tenggorokan selama beberapa hari.

22. Stadium Sensoris

Penderita merasa nyeri,rasa panas disertai kesemutan pada tempat bekas luka.Kemudian disusul dengan gejala cemas dan reaksi yang berlebihan terhadap rangsangan sensorik.

33. Stadium Eksitasi

Tonus otot-otot-dan aktivitas simpatik menjadi meninggi dengan gejala hiperdrosis,hipersalivasi,hiperlakrimasi dan pupil dilatasi.

Bersamaan dengan stadium eksitasi ini penyakit mencapai puncaknya,yang sangat kash pada stadium ini ialah adanya macam-macam fobi,yang sangat terkenal diantaranya adalah hidrofobi.

Kontraksi otot-otot faring dan otot-otot pernafasan dapat pula ditimbulkan oleh rangsangan sensorik seperti meniupkan udara ke muka penderita atau dengan menjatuhkan sinar ke mata atau dengan menepuk tangagn didekat telingga penderita.

Pada stadium ini dapat terjadi a pnoe.sianosis,konvulsa dan tahikardi.tindak tanduk penderita tidak rasional kadang-kadang maniakal desertai saat responsive.gejala-gejala eksitasi ini dapat terus berlangsugn sampai penderita meninggal,tetapi pada saat dekat kematian justru lebih sering terjadi otot-otot melemas,hingga terjadi peresis flaksid ototo-otot.

4.Stadium Paralis

Sebagaimana besar penderita rabies meningal dalam stadium eksitasi.Kadang-kadang ditemukan juga kasus tanpa gejala-gejala eksitasi melainkan paresis otot-otot bersifat progresif.Hal ini karena gangguan sum-sum tulang belakang,yang memperlihatkan gejala paresis otot-otot pernafasan.


PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Penyakit ini sering berjalan dengan cepat dan dalam 10 hari dapat menyebabkan kematian sejak timbulnya gejala,sehingga pemeriksaan serologis kadang-kadang belum sempat dilakukan.walaupaun secara kilinis cukup jelas.Pada kasus dengan perjalanan yang agak lama,misalnya gejala paralisis yang dzominan mengaburkan diagnosis maka pemerikasaan diagnosis sangat memmbantu dalam menegakan diagnosis.

Virus rabies dapat disolasi dari air liur, cairan serebrospinal dan urin penderita.Walaupun begitu,isolasi virus kadang-kadagn tidak berhasil didapatkan dari jaringan otak dan bahan tersebut setelah 1-4 hari sakit.Hal ini berhubungan dengan adanya neutralizing antibodies.

Pemerikasaan Flurescent Antibodies Test (FAT) daapat menunjukan antigen vieus dijaringan otak,sediment cairan sediment cairan serebrospinal,urin,kulit dan hapusan kornea,bahkan setelah teknik isolasi tidak berhasil FATF ini juga bisa negatife,bila antibody telah terbentuk.

Serum neutralizing antibody pada kasus yang tidak yang tidak divaksinasi tidak akan terbentuk sapai hari ke 10 pengobatan,tetapi setelah itu titer akan meningkat dengan cepat.Peningkatan titer yang cepat juaga nampak pada hari ke 6-10 setelah onset klinis pada penderita yang diobati dengan anti rabies.Karakteristik responimun ini, pada kasus yang divaksinasi dapat membantu diagnosis.

Walaupun secara klinis gejalanya patognomonik, namun Negri bodies dengan pemeriksaan mikroskpis (Seler) dapat negatif pada 10% -20% kasus,terutama pada kasusu-kasus yang semapt divaksinasi dan penderita yang dapt bertahun hidup setelah lebih dari 2 minggu.


PENANGANAN LUKA GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES


Setiap tahun gigitan hewan penular rabies harus ditangani dengan cepat dan sesegera mungkin untuk ditangani dengan cepat dan segera mungkin.Untuk mengurangi / mematikan virus rabies yang masuk pada luka gigitan.usaha yang paling efektif ialah mencuci luak gigitan dengan air (sebaiknya air mengalir) dan sabun atau diteregent selama 10 – 15 menit,kemudian diberi antiseptic (alkohol 70 %,betadine,obat merah dan lain-lain.


Meskipun pencucian luka menurut keterangan pendertia sudah dilakukan namun dipuskesmas Pembantu / Puskesmas / Rumah Sakit harus dilakuakn kembali pencucian luka seperti diatas.


Luka gigitan tidak dibenarkan untuk djahit,kecuali jahitan situasi.Bila memang perlu sekali untuk dijahit (jahitan –jahitan situasi ),maka diberi Serum Anti Rabies (SAR) sesuai dengan dosis,yang disuntikan secara infiltrasi disekitar luka sebanyak mungkin dan sisanya harus disuntikan secara infra muskuler.Dismaping itu harus dipertimbangkan pula perlu tidaknya pemberian serum/vaksin anti tetanus, antibiotik untuk mencegah infeksi dan pemberian analgetik.

 

 


PEMBERIAN VAKSIN DAN SERUM ANTI RABIES


Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Vaksin Anti Rabies (VAR) disertai Serum Anti Rabies (SAR) harus didasarkan atas tindakan tajam dengan mempertimbangkan hasil-hasil penemuan dibawah ini:

a. Anamnesis:

  • Kontak / jilatan / gigitan

  • Kejadian didaerah tertular / terancam / bebas

  • Didahului tindakan provokatif / tidak

  • Hewan yang menggigit menunjukan gejala rabies

  • Hewan yang menggigit hilang,lari dan tidak dapat ditangkap atau dibunuh

  • Hewan yang digigit mait tapi masih diragukan menderita rabies

  • Penderita luka gigitan pernah di VAR dan kapan?

  • Hewan yang menggigit pernah di VAR dan kapan?


b. Pemeriksaan Fisik

- idenfikasid luka gigitan (status lokalis)


c. Lain-lain

- Temuan pada observasi hewan

- Hasil pemeriksaan spesimen dari hewan

- Petunjuk WHO.


Bila ada indikasi pengobatan Pasteur,maka terhadap luka resiko rendah dari VAR saja.Yang termasuk luka yang tidak berbahaya jilatan pada kulit luka,garukan atau lecet (erosi,ekskoriasi),luka kecil disekitar tangan,badan dan kaki.

Terhadap luka risiko tinggi,selain VAR juga diberi SAR.Yang termasuk luka berbahaya adalah jilatan / luka pada murkosa,luka diatas daerah bahu (muka,kepala,leher),luka pada jari tangan/kaki,genetalia,luka yang lebar /dalam dan luak yang banyak (multipel)

Untuk kontak (dengan air liur atau saliva hewan tersangka / hewan rabies atau penderita rabies), tetapi tak ada luak, kontak tak langsung,tidak ada kontak, maka tidak perlu diberikan pengobatan VAR maupun SAR.

Sedangkan apabila kontak air liur pada kulit luka yang tidak berbahaya,maka diberikan VAR atau diberikan kombinasi VAR & SAR apabila kontak denga air liur pada luka berbahaya.


Dosis dan cairan pemberian Vaksin dan Serum Anti Rabies adalah sebagai berikut :



I. Dosis dan cara Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR)


1. Purified Vero Rabies Vaccine (PVRV)

K kemasan:


V vaksin terdiri dari vaksin kering dalam vila dan pealrut sebanyak 0,5 ml dalam syringe.


a. Dosis dan cara pemberian sesudah digigit (Post Exposure Treatment)

- - Cara pemberian:

D - disuntikan secara intra muskuler (im) di daeah deltoideus ( anak-anak didaerah paha).

- - Dosis

 


VAKSINASI



Dasar



DOSIS

WAKTU PEMBERIAN

ANAK

DEWASA

0,5 ml












0, 5 ml

4x pemberian

-Hari ke-0,2X pemberian sekaligus (deltoideus kiri dan kanan)

-Hari ke 7 dan 21

Ulangan

-

-

-


  1. Dosis dan cara pemberian VAR bersamaan dengan SAR sesudah digigit (post Exposure Treatment)

- Cara pemberian:sama seperti pada butir 1,a

- Dosis





VAKSINASI



Dasar



DOSIS

WAKTU PMBERIAN

ANAK

DEWASA

0,5 ml












0, 5 ml

0,5 ml

4x pemberian

-Hari ke-0,2X pemberian sekaligus (deltoideus kiri dan kanan)

-Hari ke 7 dan 21

Ulangan

0,5 ml

0,5 ml

-Hari ke 90

 

  1. Suckling Mice Braiin Vaccine (SMBV)

Kemasan:

- Dos Berisi 7 vial @ dosis dan 7 ampul pelarut @ 2 ml

- Dos berisi 5 ampul @ 1 dosis intra cutan dan 5 ampul pelarut @ 0,4 ml.

a. Dosis dan cara pemberian sesudah digigit (Post Eksposure Treatment)

- Cara pemberian

Untuk vaksinasi dasar disuntikan secara sub cutan (sc) di sekitar daerah pusar.

Sedangkan untuk vaksinasi ulang disuntikan secara intra cutan (ic) di

bagian fleksorr lengan bawah.

- Dosis:



VAKSINASI

DOSIS

WAKTU PEMBERIAN

KET

ANAK

DEWASA

Dasar

1 ml

2 ml

7x pemberian setap hari

Anak 3 tahun ke bawah



Ulangan


0,1 ml

0,25 ml

Hari ke 11,15,30 dan 90



  1. Dosis dan cara pemberian bersamaan dengan SAR sesudah digigit (post Exspsur treatment)

  • Cara pemberian : sama seperti pada butir 2.a

  • Dosis


VAKSINASI

DOSIS

WAKTU PEMBERIAN

KET

ANAK

DEWASA

Dasar

1 ml

2 ml

7x pemberian setap hari

Anak 3 tahun ke bawah



Ulangan


0,1 ml

0,25 ml

Hari ke 11,25,35 dan 90



Dosis dan Cara Pemberian Serum Anti Rabies (SAR)

Serum Heterolog (kuda)

- Kemasan : vial 20 ml (1 ml = 100 IU)

- Cara pemberian :

Disuntikan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin ,sisanya diduntkan intramuskuler.


- Dosis:


JENIS SERUM

DOSIS

WAKTU PEMBERIAN

KETERANGAN

Serum Heterolog

40 IU/kg BB

Bersamaan dengan pemberian VAR hari ke-0

Sebelumnya dilakukan skin test


1. Serum Homolog

Kemasan : Vial 2 ml (1 ml = 150 IU)

  • Cara pemberian :

Disuntikan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin,sisanya disuntikan intra muskuler.

  • Dosis :


JENIS SERUM

DOSIS

WAKTU PEMBERIAN

KETERANGAN

Serum Homolog

20 IU/kg BB

Bersamaan dengan pemberian VAR hari ke-0

Sebelumnya tidak dilakukan skin test


III.Dosis dan Cara Pemberian VAR Untuk pengebalan Sebelum Digigit (Pre Exposure Immunization)

I. Purified Vero Rabies Vaccine (PVRV)

Kemasan :

 

Vaksin terdiri dari vaksin kering dalam vial dan pealrut sebanyak 0,5r ml dalam syringe

- Cara pemberian (cara I) :

Disuntikan secara intra muskuler (im) di daerah deltoideus

- Dosis:


VAKSINASI

DOSIS

WAKTU PEMBERIAN

Dasar

I.0,5 ml

Pemberian I (hari ke-0)

II.0,5 ml

Hari ke 28

Ulangan

0,5 ml

1 tahun setelah pemberian 1

Ulangan

Selanjutnya

0,5 ml

Tiap 3 tahun


 

- Cara pemberian (cara II) :

- Disuntikan secara intra cutan (dibagian fleksor lengan bawah)

- Dosis :


VAKSINASI

DOSIS

WAKTU PEMBERIAN

Dasar

I. 0,1 ml

Pemberian I (hari ke-0)

II. 0,1 ml

Hari ke 7

III. 0,1 ml

Hari ke 28

Ulangan

0,1 ml

Tiap 6 bualn -1 tahun


2.Suckling Mice Brain Vaccine SMBV


Kemasan:

Dus berisi 7 via @ 1 dosis dan 7 tumpul peluru @ 2 ml

Dus berisi 5 sampul @ 1 dosis intracutan 5 ampul pealrut @ 0,4 ml.

cara pemberian :


Disuntikan secara intracutan (ic) dibagian fleksor lengan bawah.

- Dosis :

 

 

 

 


VAKSIANASI

DOSIS

WAKTU PEMBERIAN

ANAK

DEWASA

DASAR



Ulangan

I. 0,1 ml

I. 0,25 ml

Pemberian I


II. 0.1 ml

II. 0,25 ml

3 minggu setelah pemberian I

III. 0,1 ml

III. 0,25 ml

6 minggu setelah pemberian I

0,1 ml

0,25 ml

Tiap 1 tahun



PERAWATAN RABIES PADA MANUSIA


- Penderita dirujuk ke Rumah Sakit

- Sebelumnya dirujuk,penderita diinfus dengan cairan Ringer Laktat / NACI 0,9 %/ Cairan lainya, kalau perlu diberi anti konvulsan dan sebaiknya penderita difiksasi selama diperjalanan dan waspada terhadap tindak-tanduk penderita yang tidak rasional,kadang-kadang maniakal sisertai saat-saat responsif.

- Di Rumah Sakit penderita dirawat diruang perawatan dan diisolasi.


- Tindakan medik dan pemberian obat-obatan simptomatis dan supportif termasuk anti biotik bila diperlukan.

- Untuk menghindari adanya kemungkinan penularan dari penderita,maka sewaktu menanggani kasus rabies pada manusia,hendaknya dokter dan paramedics memakaki sarung tangan, kaca mata dan masker,serta sebaiknya dilakuakn fiksasi penderita pada tempat tidurnya.


EFEK SAMPING PEMBRIAN SAR DAN PENANGANANYA


Reaksi terhadap SAR heterrolog dapat terjadi,walaupun serum heterolog yangn digunakan hendaklah dilakukan pengujian terlebih dahulu (skin test).Jika digunakan serum heterolog dapat terjadi serum sicknescs (1 5- 25% kasus),kemungkinan terjadi pula syok anafilaktik.


1. Serum Sikness:

1.1. Gejala dan tanda klinis : panas,urtica.

1.2. Penanganan :

- Hentikan pemberian SAR.

- Beri pengobatan simptomatis (antihistamine,dll).


2. Syok Anafilaktik.

Penanganan :

- Baringkan penderita dengan kaki lebih tinggi dari kepala

- Beri adrenalin 0,3 – 0,5 ml sc/im.Anak-anak 0,01 mg/Kg BB (1 ampul adrenalin = 1 ml = mg).

- Monitoring “ vital sign “(tanda-tanda vital)

- Tiap 5-10 menit ulangi adrenaline (0,3-0,5 ml sampai tekanan sistolik mencapai 90-100 mm sampai tekanan sistolik mencapai 90 – 100 mm Hg,denyut jantung tidak melebihi 120 x / menit.

- Bila nafas berhenti,usahakan pernafasan butan.kepala ditarik kebelakang dan rahang keatas,beri pernafasan dari mulut ke mulut.

- Bila jantung berhenti lakukan kompresi jantung luar.

- kortikostreroid,seperti oradexxon 1 ampul i.v. at dexamethasone 5 – 10mg i.v.

- Intra venous Fluid Drip(IVFD) : Ringer laktat atau NaCI 0,9%

- 02 (jika ada).

- Penderita yang sembuh jangan terlalu cepat dipulangkan,observasi dengan seksama.


PURIFIED VERO RABIES VACCINE (PVTV)


Komposisi :


Vaksin kering beku,1 dosis imunisasi dengan daya proteksi lebih besar dengan 2,5 ml internasional Unit, sebelumnya dan sesudah pemanasan selama 1 bulan pada suhu + 370 C.Virus rabies (Wister Rabies PM/WI 38 – 1503 – 3 M strain),diperoleh dari biakan pada vero continuous cellines,diinaktivasi dengan beta propiolakton.

Maltosa qs 1 dosisi imunisasi.

Albumin plasenta manusia qs 1 dosis imunisasi Pelarut : NaCI 4% 0,5 ml.


Indikasi

1. Pencegahan rabies kepada mereka yang mempunyai resiko besar untuk infeksi.


a. Group Profesi :

- Dokter Hewan

- Teknisi yang bekerja pada hewan

- Karyawan laboratorium yang bekerja dengan virus rabies

- Karyawan rumah potong hewan

- Petugas kesehatan (dokter/perawat) yang menangani kasus luka gigitan hewan penular rabies/penderita rabies.dll.

b. Bayi,terutama yang berisiko terinfeksi rabies

2. Pengobatan setelah terkontabinasi


Bila seorang pasien yang telah divaksinasi dengan vaksin anti rabies secara komplit dengan VPRV dan dalam jangka waktu 3 bulan setelah divaksinasi digigitb lagi oleh anjing,kera,kucing maupun hewan lain yang positif rabies,maka pasien tadi tak perlu divaksinasi lagi;sedangkan digigitan anjing tersangka rabies lagi antara 3 bulan -1 tahun cukup diberi VAR 1 kali pada hari ke – 0 1 tahun atau lebih dianggap penderita baru.


Kontra Indikasi

Mengingat pentingnya pencegahan,semua kontra indikasi adalah sekunder bila terdapat kasus tersangka/kontabiminasi dengan virus rabies.


Perhatian :

Hati-hati terhadap kasus alergi streptomisin dan / neomisin (terdapat dalam vaksin)


Interaksi Obat :

Kortikosteroid dan obat-obat imunosupresif dapat menyebabkan kegagalan vaksinasi/imunisasi.Pada kasus ini perlu dilakukan pemeriksaan anti bodi secara serologis.


Efek Samping :

Efek samping yang seperti: kenerahan dan indurasi ringan pada tempat bekas suntikan .Jarang terjadi demam

Penyimpanan : Antara 20-80


Kadaluarsa : 3 (tiga) tahun






SUCKLING MICE BRAIN VACCINE (SMBV)


Merupakan vaksin rabies kering untuk manusia .Vaksin ini dibuat dari jaringan otak bayi mencit yang masih menyusu,yang bebas dari kuman pathogen.Bayi mencit disuntik intra serebral dengan virus fixed rabies strain Pasteur,dan waktu panen berumur kurang dari 10 hari. Kemudian virus dimatikan dengan betapropio/lakton,ditambah kanamisin 0,025 %,martiolat 0,01 dan dibeku keringkan Vaksin tidak mengandung faktor paralitik,mempunyai proteksi terhadap 106LD50 virus.


Indikasi :

Untuk mencegah timbulnya rabies, pengobatan harus dimulai sedini-dininya setelah digigit oleh hewan yang mencurigakan.Bila seorang pasien yang telah divaksinasi dengan vaksin anti rabies secara komplit dengan SMBV dan masih dalam jangka waktu 3 bulan setelah divaksinasi,digigit lagi oleh anjing,kucing,kera ataupun hewan lainya yang positif rabies,maka pasien tadiz tak perlu divaksinasi lagi 3-6 bulan, cukup diberi 2 kali sun cutan (sc) disekitar pusar dengan interval 1 minggu;sedangkan apabila digigit anjing tersangka rabies lagi antara 6 bulan atau lebih dianggap penderita baru.

Immunisasi sebelum digigit (Pre Exposure Immunnization ) sebagai pencegahan misalnya pada pemeliharaan hewan,petugas kesehatan yang menangani luka gigitan hewan penular rabies dan penderita rabies,petugas peternakan yang menangani hewan penular rabies pegawai laboratorium yang bekerja dengan virus rabies dan lain-lain.


Reaksi :


Bila pada suntikan cutan intra cutan dapat terjadi reaksi local yang tidak berarti,seperti kemerahan,gatal-gatal dan pembengkakan.Bila ini terjadi atasi dengan pemberian obat-obat simptomatis (anthistamine,dan lain-lain ).Sediaan kortikaosteroid tidak boleh diberikan.Gejala neuroparalitik sangat jarang terjadi dengan vaksin ini.


Penyimpanan : pada suhu 20C - 8 0C


Kadaluarsa : Satu (1) tahun.



SERUM ANTI RABIES (SAR)


Serum Anti Rabies buatan Perum Bio Farma adalah serum heterolog,berasal dari serum kuda.Serum anti rabies jenis lain ialaha serum homolog yang berasal dari serum amnesia.Serum ini dibuat oleh IFFA Merieux Perancis dengan nama Imogam dan produksi Cutter USA dengan nama Hyperrab/Bayrab.

Untuk pemberian serum heterolog,karena serum ini berasal Dari serum kuda,maka sebelum diberikan kepada penderita,perlu dilakukan skin test terlebih dahulu.Skin test ini dilakukan secara intra cutan (ic) sebanyak 0,1 ml cairan (1/100).jika skin test (+) serum heterolog tidak dibenarkan untuk diberikan.





















PENYAKIT ANJING GILA (RABIES)


Awas penyakit Anjing Gila (Rabies) Mengancam Jiwa anda


1 .Apa yang dikmaksud dengan RABIES ?


Rabies adalah suatu penyakit menular akut yang menyerang susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus dan mengakibatkan kematian,dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia.


  1. Bagaimana cara penularan RABIES ?


Penularan rabies pada manusia atau hewan terjadi melalui gigitan hewan terjadi melalui gigitan hewan yang menderita Rabies.


3 Hewan apa saja yang dapat menularkan RABIES ?


Anjing,kucing,kera dan satwa liar lainy.


4 Berapa lama masa tunas RABIES ?


Gejala rabies pada hewan,timbul (masa tunas / inkubasi ) sekitar 3 -6 minggu setelah gigitan hewan rabies,sedangkan rabies pada manusia.


Masa tunas tersgantung dari :

  • Parah tidaknya luak gigitan.

  • Jauh dekatnya luak dengan susunan syaraf pusat.

  • Banyaknya syaraf pada luak gigitan,

  • Jumlah virus yang masuk kedalam luka gigitan dan jumlah luka gigitan.



  1. Bagaimana tanda-tanda / gejala-gejala Rabies pada hewan ?


Rabies pada hewan ada 2 bentuk :

A. Rabies yang ganas

a. Rabies yang tenang

b. Rabies yang ganas.

Pada anjing :

  • Permulaan tampak perubahan tabiat misalnya anjing biasanya ramah berubah jadi penakut dan tidak lagi penurut,

  • Senang bersembunyi ditempat-tempat yang gelap dan dingin,

  • Nafsu makan hilang.

  • Suara menjadi parau.

  • Memakan benda-benda asing,misalnya:batu,paku,kayu dan sebagainya,

  • Ekornya berada diantara diantara dua paha,

  • Menyerang dan megigit apa saja yan dijumpai,

  • Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan,

  • Biasanya mati dalam 4-5 hari setelah gejala pertama timbul.


Pada kucing gejala tandanya sama,tetapi kucing tidak berkeliaran sejauh seperti anjing.


b. Rabies yang tenang.

Pada rabies bentuk in,kejang-kejang berlangsung sangat singkat / tidak semapt terlihat sama sekali.

Kelumpuhan sangat menonjol pada rabies bentuk ini,sehingga biasanya kucing tidak dapat menelan,mulutnya terbuka,air liur keluar terus menerus.Biasanya kematian terjadi dalam waktu singkat.


  1. Bagaimana tanda –tanda / gejala Rabies pada manusia ?

a Pada manusia stadium permulaan rabies sulit diketahui,yang perlu diperhatika ialah adanya riwayat gigitan hewan penular rabies.

b. Biasanya didahului sakit kepala,lesu,mual nafsu makan menurun,gugup dan nyeri tekan pada bekas luak gigitan

  1. Stadium lebih lanjut :

  • Kepekaan terhadap sianr,suara,dan angina meninggi

  • Air liur dan air mata keluar secara berlebihan,

  • Yang khas dari penderita rabies ialah adanya rasa takut pada air yang berlebihan,

  • Kejang-kejang yang disusul dengan kelumpuhan.

  • Biasanya penderita meninggal 4 – 6 hari setelah gejala-gejala / tanda-tanda pertama timbul.


  1. Bagaimana cara pencegahan Rabies pada manusia ?

  • Bila seseorang digigit hewan tersangka atau menderita rabies,tindakan pertama adalah :

Mencari luka gigitan secepatnya dengan sabun atau deterjen selama 10-15 menit .

Kemudian luka dicuci dengan air bersih dan diberi alkohol 70 % atau yodium tincture,setelah itu segera pergi ke :


Rabies Center”

Puskesamas atau Rumah Sakit atau kedokteran untuk mendapatkan pengobatan.

  • Selanjutnya perlu atau tidaknya mendapatkan suntikan Valsin anti Rabies tergantuxng dari hasil pemerikasaan dokter.



8. Bagaimana penanganan hewan tersangka rabies yang mengigit manusia ?


Hewan yang mengigit harus segera dilaporkan ke DInas Peternakan setempat guna pemeriksaan dan observasi.


9. Bagaimana agar hewan pemeliharaan tidak tertular RABIES ?


a. Hewan dibawa ke Dinas Peternakan atau Dokter hewan untuk mendapatkan Vaksinasi Rabies secara teratur setiap tahun.


b. Anjing,kusing dan era peliharaan anda sebaiknya jangan dilepas keluar perkarangan.


c. Bilamana anjing akan dibawa keluar perkarangan rumah harus diikat memakai rantai yang panjangnya tidak lebih dari 2 meter dan memakai berangus (penutup mulut anjing yang dibuat dari kulit)

 

ORGANISASI DAN MEKANISME KERJA


Organisasi dan mekanisme kerja


Organisasi dalam kegiatan pemberantasan rabies di Indonesia berpijak pada ketentuan dan peraturan yang telah ada.Organisasi dan mekanisme kerja ini mellibatkan departemen teknis dan departemen terkait.

Departemen teknis itu Departemen Pertanian yang bertanggung jawab dalam segal sesuatu yang menyangkut hewan.Departemen kesehatan yang bertanggung jawab dalam segala sesuatu yang menyangkut manusia,dan Deaprtemen Dalam Negeri yang melakukan pembinaan terhadap koordinasi kegiatan-kegiatan masyarakat operasional dilapangan serta mengerakan partisipasi masyarakat yang pelaksanaanya ditugaskan kepala.Kepala Daerah (gubenur KDH TK.I,Bupati / Walikota KDH tk.II Camat dan Kepala Desa/Lurah).

Departemen-departemen yang terakit dengan tugas pokok ialah Departemen Perhubungan,penerangna,pariwiasata,pos,Telekomunikasi,Transmigrasi,Pendidikan dan kebudayaan,dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Bagian struktur Organisasi Kegiatan pembebasan Rabies di Indonesia secara rinci dapat dilihat pada bagan berikut




MENTAN,MENKES.MENDAGRI

TIKORPUS

-Dirjen Pertenakan

-Dirjen PPM & PLP

-Dirjen PUOD









BALITVET

GUBENUR KDH TK I

TIKOR DATI I

BUPATI KDH TK II

TIKOR DATI II

CAMAT

TIKOR KECEMATAN

LURAH / KEP.DESA

RW / RT

TIM PEMANTAU

PUSAT

PUSVETMA

BPMSOH

BPPH

LAB TYPE B

PUSKESMAS

POSKESWANN

 

KCD

KADER BASRA

Ket:-------- Garis Koordinasi

Garis Komando



TIKORPUS

-Dirjen Pertenakan

-Dirjen PPM & PLP

-Dirjen PUOD









BALITVET

GUBENUR KDH TK I

TIKOR DATI I

BUPATI KDH TK II

TIKOR DATI II

CAMAT

TIKOR KECEMATAN

LURAH / KEP.DESA

RW / RT

TIM

PUSAT

PUSVETMA

BPMSOH

BPPH

LAB TYPE B

PUSKESMAS

POSKESWANN

 

KCD

KADER BASRA



MENTAN,MENKES.MENDAGRI


Ket:-------- Garis Koordinasi

Garis Komando








III URAIAN TUGAS ORGANISASI PEMBEBABASAN RABIES

  1. TINGAT PUSAT


  1. Penanggung Jawab Pusat


  1. Menteri Pertanian bertanggung dalam segala sesuatu yang menyangkut hewan

  2. Menteri Kesehatan bertanggung jawab dalam segala sesuatu yang menyangkut manusia dan masyarakat.

  3. Menteri Dalam Negeri membantu dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan operasional.


  1. Pelaksana Pusat


1. Tim Koordinasi Pembebasan Rabies Tingkat Pusat (TIKORPUS) dengan susunan sebagai berikut:


Ketua : Direktur Jendetral Peternakan

Wakil Ketua : Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular

dan Penyehatan Lingkungan Pemukinan.

Wakil II : Direktur Jenderal Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah


TIKORPUS mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut:


  1. Mengkoordinasikan semua kegiatan pembebasan rabies lintas sektor dari semua

Unsur terkait secara nasional,regional dan international mulai dari perencanaan,pelaksanaan dan pemantauan/evaluasi.


  1. Mengadakan pertemuan minimal empat kali setiap tahun.


  1. Memberikan arah dan pedoman kegiatan pembebasan rabies secara nasional.


  1. Memantau seluruh kegiatan pembebasan rabies.


  1. Menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pembebasan rabies secara proporsional.


  1. Menciptakan jadwal kegiatan pembebasan rabies tingkat nasional.Jadwal secara rinci pada lampiran 1.


  1. Mengolah data rabies secara nasional.